Wednesday, 19 May 2010

Cinta dan Waktu

-->
Alkisah disuatu pulau kecil tinggallah benda-benda abstrak seperti cinta, kesedihan, kekayaan, kebahagiaan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan segera menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat segera menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik dan mulai membasahi kaki Cinta.

Tak lama kemudian Cinta melihat kekayaan seda
ng mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh maaf Cinta, perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” 

Wisata Pantai, Apakah Bisa Menjadi Andalan?


Laut terhampar luas di tepian Indramayu, suatu potensi pariwisata yang sangat potensial. Pantai Indramayu tidak kalah indah dibandingkan dengan pantai Marina Ancol seandainya saja pemerintah daerah mau serius dalam mengelolanya. Menjadikan pantai sebagai tujuan wisata utama di Indramayu agaknya perlu niat yang matang. Niat yang matang tentunya memerlukan sokongan dana yang tidak sedikit, dan bagaimana caranya agar ada investor yang mau menginvestasikan modalnya untuk membangun kawasan wisata pantai di Indramayu?

Tugas pemerintah daerah untuk memikirkan bagaimana cara agar potensi itu dapat dimaksimalkan. Tengoklah daerah yang dekat saja dengan Indramayu di jalur pantura, seperti Tegal dengan dua pantai yang menjadi andalan pariwisata mereka yaitu Pantai Purwahamba Indah dan Pantai Alam Indah yang baru-baru ini melengkapi fasilitasnya dengan waterboom dan monumen Bahari, atau sedikit ke arah timur yaitu di kabupaten Pemalang, terdapat pantai Widuri yang telah dilengkapi dengan Waterboom, arena outbond, dan banyak fasilitas lainnya. Tidak seperti pantai Balongan, Tirtamaya, atau Glayem yang seperti teronggok saja tanpa ada polesan.

Kenyataan itu menjadikan Indramayu menjadi sangat membosankan, kontras dengan Cirebon yang hanya berjarak puluhan kilometer saja. Agaknya apabila ingin menghilangkan penat kita harus keluar kota karena di dalam kota tidak ada tempat yang bisa dikunjungi, demikian pemikiran beberapa orang.

Sekali lagi, banyak sekali PR yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah Indramayu agar Indramayu dapat menjadi daerah dengan tujuan wisata yang tak kalah dengan daerah lain karena Indramayu mempunyai banyak sekali potensi wisata yang dapat dikembangkan.

Suatu Hari yang Kering

Suatu hari seorang guru muda tengah duduk di bis kota, disamping tempat dia duduk terdapat anak lelaki masih mengenakan seragam SMP tengah asik menghisap sebatang rokok tanpa mempedulikan apapun. Spontan guru muda tersebut langsung menegurnya dengan lembut, “Mas, bisa matikan rokoknya nggak? Kamu masih pakai seragam sekolah,” Tanpa reaksi apapun anak SMP tersebut terus saja memegang rokoknya, dia hanya menaruh rokoknya di belakang badannya. Dalam hati guru tersebut mengira anak SMP itu akan mematikan rokok dan membuangnya, ternyata dugaannya salah, anak SMP itu masih saja memegang rokok dan malah menghisapnya tanpa rasa malu sedikitpun.

“Astaghfirullah….” desis guru muda.

“Kamu sekolah dimana? Tahu tidak kamu telah memalukan nama sekolah kamu sendiri dengan sikap kamu yang seperti itu.” Tanyanya sambil melihat bet sekolah di lengan baju sebelah kanan anak SMP itu. Ternyata dia anak MTS Negeri.

Tahu tidak apa yang terjadi selanjutnya?

Anak SMP itu terus saja merokok tanpa menjawab satu patah katapun! Sampai akhirnya guru muda itu turun dari bis kota.

Merenunglah kita… Sebenarnya siapa yang salah? Guru muda itu adalah saya, dan rasanya saya ingin menangis. Tolong kami para pendidik, tolong kami untuk memperbaiki moral anak-anak di sekitar Anda.

Biaya Pendidikan VS Kualitas Pendidikan

Problematika dalam dunia pendidikan sangat kompleks adanya, salah satunya adalah yang akan saya bahas kali ini, yaitu sulitnya menarik dana dari siswa pada sekolah-sekolah swasta. Biaya yang dipungut oleh pihak sekolah dirasa agak berat bagi sebagian siswa, padahal biaya tersebut juga tidak serta merta dipungut tanpa alasan. Darimana sekolah swasta dapat berdiri tanpa adanya dukungan financial dari murid-muridnya?

Masalah yang demikian yang sekarang ini dialami oleh sebagian murid di SMK Pelita Jatibarang, kebanyakan mereka berasal dari keluarga biasa dan banyak pula yang tidak mampu. Tapi rasa kagum saya kepada anak-anak yang walaupun berasal dari keluarga kurang mampu tapi sadar akan pentingnya pendidikan, sehingga tak jarang diantara mereka rela bekerja demi mendapatkan uang untuk terus sekolah.

Di Indramayu sendiri, fenomena putus sekolah karena tidak adanya biaya menjadi hal yang biasa, padahal di daerah lain orang mati-matian untuk sekolah, tetapi disini masyarakatnya masih terjebak dengan budaya lama. Yang penting bisa dapat uang untuk makan, jadi buat apa sekolah tinggi-tinggi. Miris saya dengan ungkapan itu, karena bagi saya pendidikan sangatlah penting. Pendidikan ibaratnya sebuah pondasi dalam kesejahteraan suatu masyarakat, karena dengan pendidikan dapat tercipta pikiran yang lebih terstruktur dalam menentukan arah kehidupan seseorang, demikian kata dosen saya dulu.

Besarnya biaya sekolah salah satunya adalah konsekuensi dari diraihnya predikat akreditasi A oleh SMK Pelita Jatibarang, jadi dalam hal ini SMK Pelita Jatibarang ibaratnya sedang berbenah diri agar predikat yang telah disandang itu tidak mengecewakan dan memalukan berbagai pihak. Yang dibenahi mencakup semua hal yang menyangkut kualitas pengajaran dan pendidikan di lingkungan sekolah. Termasuk dari segi penampilan SMK Pelita Jatibarang sendiri.

Logika tidak berjalan tanpa logistik agaknya ungkapan yang tak salah, kita tidak dapat menutup mata untuk hal yang satu ini, oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid dari setiap siswa, sehingga cita-cita pendidikan yang lebih baik akan sedikit lebih mudah teraih.

Bazaar XI Multimedia SMK Pelita Jatibarang







15 Mei 2010

SMK Pelita Jatibarang, Indramayu –

Bersemangat para siswa kelas XI Multimedia SMK Pelita Jatibarang – Indramayu dalam menggelar dagangan mereka walau hari masih pagi. Mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti acara bazaar sekolah yang diselenggarakan berkenaan dengan praktek pembelajaran kewirausahaan.

Diantara mereka terdapat empat stand bazaar yang semuanya menawarkan kelezatan aneka macam jajanan, makanan dan minuman. Keempat bazaar itu tak mau kalah satu sama lainnya, semua menghias stand mereka sedemikian rupa dan semua menganut tema tradisional untuk hiasan stand, karena menggunakan kain batik sebagai penghias meja. Bahkan salah satu dari stand bazaar tersebut, para personilnya menggunakan kostum semi tradisional, yaitu memakai kain batik sebagai rok.

Hari Sabtu tanggal 15 Mei 2010 dipilih untuk melaksanakan bazaar karena diperkirakan tidak banyak mengganggu jalannya kegiatan KBM pada kelas-kelas lain yang tidak mengikuti bazaar, juga karena hari Senin-nya SMK Pelita Jatibarang akan melaksanakan kegiatan pentas seni sebagai wujud perpisahan kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikannya, sehingga hari Sabtu dilaksanakan pula gladi bersih pentas seni. Terbukti pukul 9 pagi saja, ada satu stand yang telah ludes terjual barang dagangannya, bukti dari tingginya respon warga SMK Pelita Jatibarang akan kegiatan bazaar tersebut. Setiap stand ramai dikunjungi oleh pembeli, sampai-sampai dua dari stand tersebut harus membeli bahan baku lagi untuk menyediakan permintaan dari pembeli yang sangat tinggi.

Kegiatan bazaar di lingkungan SMK Pelita Jatibarang ini bertujuan untuk mengenalkan dunia usaha secara riil kepada peserta didik, sehingga teori-teori yang mereka dapat di kelas selama pembelajaran dapat dirasakan secara nyata. Mereka dituntut untuk mampu mempersiapkan pendirian usaha, membuat proposal usaha, menggali ide-ide kreatif mereka dalam menentukan barang apa yang akan dijual agar para pembeli tertarik dan akhirnya membeli dagangan mereka, dan memperhitungkan modal awal, harga dasar, serta harga jual sehingga mendapatkan keuntungan.

Tapi sayang hanya kelas XI Multimedia saja yang mengikuti bazaar tersebut, demikian kritik dari beberapa guru, dan pembimbing acara bazaar dalam hal ini yaitu Ibu Septi Diah A, S.Pd menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena kurangnya komunikasi antar guru kewirausahaan di setiap program keahlian, sehingga hanya kelas XI Multimedia saja yang kebetulan memang menjadi tanggung jawab beliau.

Dalam tahun-tahun mendatang, kegiatan semacam ini diharapkan akan terus dipertahankan dan tentunya harus selalu ditingkatkan mutunya. Semoga dengan diadakannya kegiatan bazaar ini akan dapat menciptakan paradigma baru bahwa berwirausaha adalah pilihan hidup yang sangat mulia karena dapat menghidupi bukan hanya dirinya sendiri tetapi orang-orang lain di sekitarnya. Amin.


Sunday, 3 August 2008

BERPIKIR POSITIF

Pada setiap orang terdapat sedikit perbedaan, namun perbedaan yang sedikit itu akan menjadi besar. Perbedaan yang sedikit itu adalah sikap, sedangkan perbedaan yang besar adalah jika itu sikap positif ataukah negatif.

_ Clement Stone

KEHEBATAN DARI CARA BERPIKIR YANG POSITIF

Berpikir positif dapat dipelajari oleh siapapun, bagaimanapun keadaan, tabiat, maupun kecerdasan.

Berikut ini akan saya berikan sepuluh pedoman yang dapat anda pergunakan untuk memperbaiki ataupun meningkatkan kemampuan anda agar dapat berpikir secara positif. Pedoman yang sangat luar biasa ini saya kutip dari salah satu buku karangan John C. Maxwell.

1. Bertindak, Berjalan, Berbicara, dan Berpikirlah Seperti Orang yang Sangat Anda Kagumi

2. Tanamkan Dalam-Dalam Pikiran-Pikiran Positif dan Sukses dalam Benak Anda

3. Pancarkan Sikap yang Baik, Perasaan Yakin Diri, dan Tujuan Kita

4. Perlakukan Setiap Orang yang Anda Jumpai sebagai Orang yang Paling Penting di Dunia

5. Usahakan agar Semua Orang yang Anda Temui Merasa Dibutuhkan, Diperlukan, dan Dihargai

6. Lihatlah Hal-Hal yang Terbaik dalam Diri Setiap Orang

7. Jangan Ungkapkan Kondisi Kesehatan Anda Kecuali Jika Anda Sedang dalam Kondisi yang Baik

8. Carilah yang Terbaik dalam Setiap Gagasan Baru yang Muncul

9. Hindari Hal-Hal yang Sepele

10. Kembangkan dalam Diri Kita Mental untuk Memberi

Tuesday, 8 July 2008

Impian seorang mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.

Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat. "Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok.

Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."
"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai pengalaman dan kebijaksanaannya.

Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

Saat kami tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai, "Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap bahagia, dan meraih sukses. Kamu harus tertawa dan menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun tidak mengetahuinya!"

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan.

Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan. "Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.

Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi dewasa adalah pilihan.

Saturday, 5 July 2008

POHON PABRIK OKSIGEN

Di dalam sebuah pohon, ada sebuah pabrik yang sangaaaaat besar! Pabrik itu menghasilkan sesuatu yang sangaaaaat …penting! Wups, apa tuh? Buah? Kayu? Daun? Eh, bukan cuma itu, tapi juga…. oksigen!

v Kenapa sih pohon disebut pabrik oksigen? Sebab, pohon memiliki klorofil. Hmmm…tahu kan, apa itu klorofil? Itu tuh, zat hijau daun! Hampir semua tumbuhan memiliki zat ini. Di siang hari, klorofil yang berada di dalam daun menyerap sinar matahari. Sinar matahari itu kemudian dimasak atau diolah menjadi makanan. Proses itu disebut fotosintesis. Nah, pada saat itulah pohon menghasilkan oksigen!

v Oksigen yang dihasilkan pohon kemudian akan dihirup oleh hewan dan manusia. Coba kita tarik napas dalam-dalam. Sruuut….sruut! lalu pandanglah pohon-pohon yang berada di sekitar kita. Pohon-pohon itulah yang berjasa menyumbangkan oksigen gratis untuk kita.

Hitung-hitung dan pikir-pikir, deh :

1 pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari.

1 orang membutuhkan 0,5 kg oksigen per hari.

Itu berarti, 1 pohon berguna untuk bernafas 2 orang setiap hari.

Hmmm, jadi menebang 1 pohon sama saja dengan menghilangkan sumber oksigen untuk 2 orang. Bayangkan kalau semua pohon ditebang, hiyyy…bagaimana dengan nasib makhluk hidup seperti kita?

Cloud Callout: Pohon bisa mengurangi kekuatan angin sampai 75-80 %. Wow, pohon juga bisa melindungi kita dari bahaya angin besar!


v Pohon bisa menyaring debu dan menyerap racun di udara. Racun itu misalnya karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor.

Bayangkan ini!

1 acre hutan (hampir seluas lapangan sepak bola) bisa menyerap karbondioksida dari mobil yang berjalan sejauh 41.843 km (hampir 4 kali jarak antara Sabang-Merauke). Ck..ck..boleh dibilang, hutan itu seperti penyedot debu raksasa. Penyedot debu yang akan menyerap racun dan polusi udara di muka bumi.




Manfaat pohon lainnya?

Wuaah, masih buaaaanyak….lagi! pohon bisa menyerap air hujan sehingga pada musim kemarau kita tidak kekeringan. Pohon bisa mengikat tanah sehingga mencegah terjadinya erosi atau tanah longsor. Pohon menjaga kesuburan tanah. Pohon merupakan tempat hidup beraneka ragam jenis satwa. Duuuuuuh…..pokoknya pohon itu sangaaat…berjasa! Karena itu, sudah saatnya deh, kita balas kebaikan pohon. Caranya, sayangi pohon dengan melindungi kelestariannya!





Sumber : Majalah BOBO

Menghijaukan Kembali Tanah yang Gundul

Menghijaukan kembali tanah yang gundul, artinya menanami kembali daerah yang gundul dengan pohon-pohon baru! Gundulnya hutan bisa karena ulah manusia, bisa karena bencana alam. Menebang tanpa perhitungan, tanpa menanaminya kembali dengan pohon baru, itu gundul karena ulah manusia.

Tanah hutan yang gundul itu perlu ditanami pohon kembali. Karena kita tahu, hutan yang penuh pepohonan itu bisa sebagai paru-paru Bumi. Menghasilkan oksigen dan menyejukkan Bumi. Berarti mengurangi PEMANASAN PERMUKAAN BUMI atau PEMANASAN GLOBAL.

Ada lagi manfaat hutan. Hutan melakukan peresapan air. Dengan adanya hutan, sebagian air hujan tertahan di tanah di bawah pohon. Akar-akar pepohonan hutan menahan tanah agar tidak erosi atau tergerus oleh air hujan. Jadi sebenarnya hutan juga mencegah banjir.

Maka betapa pentingnya menjaga hutan kita. Tidak menebanginya sembarangan. Kalau kita melihat hutan gundul, segera kita tanami kembali! Kita mulai dengan yang bisa kita lakukan. Menanam pohon-pohon di kebun atau di pot-pot dan belajar menyayanginya.

Tips Melindungi Diri dari Anemia

© Jangan lupa sarapan pagi

© Perhatikan pula kecukupan gizi saat sarapan

© Atur kembali frekuensi makan. Tentukan kapan saja Anda makan, mulai sarapan hingga makan malam

© Konsumsi makanan yang diperkaya dengan zat besi, misalnya berupa susu atau roti

© Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi yaitu telur, susu, hati, ikan, daging, kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom, kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk), dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang)

© Biasakan menambah makanan yang memudahkan penyerapan zat besi seperti vitamin C, air jeruk, daging, ayam dan ikan

© Vitamin C dapat membantu usus halus untuk menyerap zat besi dari makanan untuk masuk ke dalam tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup viamin C pada saat makan atau dapat juga minum 1 gelas jus jeruk sesudah makan

© Hindari substansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi

© Hindari minum teh atau kopi pada waktu makan dan hanya diperbolehkan minimal 1 jam sebelum makan

© Zat fosfat yang ditambahkan dalam minuman ringan, es krim dan manisan dapat mengurangi penyerapan zat besi