Friday, 20 April 2012

Serendipity


Serendipity…

Mungkin diantara kalian pernah mendengar istilah itu, atau malah banyak yang tidak tahu. Itu adalah judul film Hollywood, kisah romantis sepasang manusia. Kenapa aku menuliskan kata itu sebagai pembuka? Karena aku yakin kita semua pernah merasakan Serendipity.

Rena, murid kelas XI SMA tengah ngebet-ngebetnya dengan salah satu teman laki-lakinya. Namanya Doni, drummer grup band yang ngetop di sekolahnya. 
Dia akan berteriak histeris kala Doni sedang manggung. Doni tidak terlalu ganteng, tapi Rena terbius oleh kecakapannya dalam memainkan drum. 
Doni tidak mengenal Rena yang merupakan adik kelasnya. Tapi mungkin semua teman-teman Rena mengenal Doni. Rena kerap mengirimkan salam lewat mading sekolah kepada Doni, tentunya dengan nama samaran. 
Nama samarannya aneh sekali, Leigh Cook. Leigh sedang memasak? Bukan itu maksudnya, itu adalah  nama belakang bintang Hollywood yang bermain di film She is All That, lawan main Freddy Prince Jr. Kalau kalian jadi anak SMA pada tahun 2000 an, pasti kalian mengenal nama itu. Itu juga berlaku bagi yang suka film romantis.

Memanfaatkan Waktu Luang Menjadi Uang

Memanfaatkan waktu luang menjadi uang.

Diantara kita, tentunya banyak yang mempunyai waktu luang. Ada beberapa yang memanfaatkannya dengan melakukan hobi mereka, bergaul dengan teman, dan lain sebagainya. Tulisanku kali ini akan membahas bagaimana caranya memanfaatkan waktu luang menjadi uang. 

Waktu luang yang kita miliki tentunya tidak ingin kita lalui begitu saja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu dan hal itu bisa mendatangkan rupiah. 

Berikut akan saya utarakan beberapa macam kegiatan yang bisa dilakukan untuk mendatangkan rupiah tanpa perlu kita merasa terlalu repot. Cekidot!

Menerima ajakan teman untuk menjualkan dagangannya

Beberapa kali temanku menghubungiku agar aku ikut menjualkan barang dagangannya, aku tidak perlu repot-repot bekerja keras agar dagangan tersebut laku karena tidak akan ada ruginya. 
Menjualkan kembali seperti itu sangat menguntungkan bagi orang yang mempunya bakat dagang. Kita tidak usah memikirkan modal uang, cukup modal berani menawarkan dan merayu saja. Titik. 

Wednesday, 4 April 2012

Hindari GALAU Sekarang Juga!!

Akhir-akhir ini kata-kata GALAU sedang happening sekali. Dimana-mana ada orang yang mengatakan bahwa dia sedang galau. Entah itu dia berbicara langsung, di twitter, facebook, dimana-mana. Muak sekali diriku melihat kenyataan itu!

Kata galau seolah menggiring kita untuk selalu mengeluh, tidak mensyukuri pemberian Tuhan. Apa-apa galau, apa-apa galau, masalah apapun selalu dikaitkan dengan kata galau.

 Tengok saja tweet dari pengguna twitter, persoalan BBM dikaitkan dengan galau, kata-kata interupsi (sidang paripurna soal BBM kan sering keluar kata interupsi), bahkan kobokan juga tidak lepas dikaitkan dengan kata galau. Ampun dah! 

Lebih parahnya lagi, kata galau hampir identik dengan galau dalam hal berpacaran. Seseorang yang ditolak, seseorang yang diputusin, seseorang yang hanya diberi harapan kosong, seseorang yang ditipu pacarnya, dan seseorang yang tidak punya pacar, semuanya pasti mengaitkan kata galau dalam kalimat yang mereka buat. Hashtag #galau menjadi sebuah fenomena, fenomena yang menurutku salah. 

Meningkatkan Kualitas LDR

Kertas kosong pada halaman baru ini tidak mampu membuatku tergerak untuk mencoretkan pena. Inspirasi itu sangat sulit kudapatkan kali ini. Inspirasi untuk menulis apapun. 
Biasanya pena itu akan menari dengan lincahnya di atas kertas kosong, walau hasilnya tidak selalu bagus tapi setidaknya ada sesuatu yang lahir. Tapi sekarang? Aku harus terus menggali kemampuan menulisku. 

Minggu pagi yang cerah, sempat gerimis sebentar dan sekarang matahari bersinar lumayan terik. Aku belum mandi, masih menikmati segelas kopi sambil mendengarkan music blues dari netbook kesayanganku. 
Sebelumnya aku sudah membersihkan rumah, menunggu nasi matang dan akan sarapan. Pukul 09.00 sekarang, alunan instrument No Messin menyihirku. Seakan ingin terus mendengarkan harmoni itu berkali-kali. Sedaaap…

Chevrolet now playing. Ada seseorang yang ingin membelikan aku tas ransel warna coklat tua, hehe… Biasalah, ngrayu, tapi mudah-mudahan memang dibelikan. (ngarep.. :))

Muncul sebuah ide di kepalaku. Ting! 

Tuesday, 3 April 2012

Program Penggemukanku

Akhir-akhir ini hampir tiap malam menjelang tidur aku selalu memikirkan satu hal yang haram dipikirkan oleh seseorang yang sedang menjalani diet. Apa itu? 

Aku selalu memikirkan makanan! 

Macam-macam saja aku ini. Mungkin ini adalah efek dari program penggemukan badanku. Aku merasa sekarang nafsu makanku sedang bagus-bagusnya. Aku sering merasa lapar, dan akhirnya melahap apa saja yang ada. Porsi makanku sekarang aku tambah, diselingi dengan cemilan pada sore hari menjadikan badanku sekarang lumayan mulai berisi, terbukti celana jins yang dulunya kendor sekarang menjadi pas. Hm… 

Dari sederet makanan yang selalu mampir di pikiranku saat menjelang tidur, aku sering memikirkan beberapa makanan, yaitu : 

Saturday, 10 March 2012

Selama 5 Tahun Ini...

Stigmatized dari The Calling meraung dalam. Aku terbuai. Dalam dan dalam….
Terpejam mataku sejenak, terlintas kenangan itu.

Kau sedang serius memegang mouse, aku panggil kau malah tambah asik memainkan mouse itu.
“Mas!”, panggilku agak keras. Akhirnya kau menoleh. Ya Tuhan! Makhluk apa ini? Bentuk mukanya keras, kulit putih bersih tanpa jerawat ataupun bekasnya, mata tajam dengan tatapan dalam memandangku dengan tanya.
“Kenapa mbak?”. Suara itu! Hahaha… Hatiku bernyanyi mendengarnya. Menusuk hatiku dalam…! Lembut dan berwibawa. Ya ampun, aku bisa pingsan karenanya.
“Berapa?” akhirnya mulutku terbuka.
“Rp 7.000”. Jawabnya sambil melihat layar monitor. Kuraba-raba isi tasku mencari dompet sambil mata ini tak lepas memperhatikannya. Aku baru tersadar kalau mulutku ternyata terbuka setelah ada lalat dengan kurang ajarnya mampir menempel di bibir bawahku. Asem!
Aku berikan uang pecahan Rp 10.000 dan dia memberikan kembalian dengan mengucapkan terima kasih. Kata terakhir yang kudengar saat itu dari mulutnya.

Hari berikutnya hampir tiap hari aku datang ke warnet itu sepulang sekolah, sengaja aku datang sendiri agar tidak ada yang mengganggu kepuasanku menikmati salah satu ciptaan Tuhan yang satu ini. Dia mulai jaga warnet pukul 3 sore. Aku selalu datang jam dua, dan pulang saat dia sudah bertugas. Aku akan bolak balik membeli minuman atau makanan yang tersedia disitu agar aku bisa berinteraksi dengannya berkali-kali. Agar dia juga memperhatikan aku sebagai pelanggannya yang setia datang tiap hari.

Selain Cinta (Iseng)

Aku belum mampu membuat perumpamaan apapun selain tentang cinta. Tentang kehidupan yang sangat sedikit aku mengerti, tentang perjuangan melewati hidup bagi sebagian orang, semuanya belum ada yang mampu mengispirasiku. Hanya cinta, hanya cinta….

Banyak sekali acara televisi dimana si pembuatnya ingin agar pemirsa merasakan penderitaan masyarakat tidak mampu. Sebut saja Jika Aku Menjadi, Orang Pinggiran, Dari Hati, atau Catatan si Olga. Rasa yang timbul saat melihat acara itu memang adalah perasaan iba, tapi rasa itu juga tidak sepenuhnya mendominasi perasaanku, terkadang bosan juga melihat acara seperti itu. Melihat mereka makan lauk ikan asin dan sambal, untuk sebagian orang sepertinya sangat mengenaskan, tapi untukku, makan ikan asin dan sambal adalah menu yang teramat sedap. Bukan karena aku keadaannya seperti mereka, tapi makan dengan lauk sederhana bagiku bukanlah hal yang mengenaskan. Sampai kadang jijik sendiri dengan sikap talent yang menangis hanya karena makan lauk sambal dan ikan asin. Memang sekaya apa dia?

Thursday, 1 March 2012

Wisata Kuliner Tegal

Wisata Kuliner Tegal


Aku adalah orang asli Tegal, dan aku bangga karenanya. Orang Tegal dikenal karena keuletannya, kamu bisa menemukan orang Tegal dimana-mana. Hampir semua kota besar di Indonesia terdapat orang Tegal. Kebanyakan diantara mereka mencari nafkah dengan membuka warung makan yang kemudian dikenal dengan WARUNG TEGAL (WARTEG). 
Warung makan dengan beraneka lauk pauk, rasa mantap, dan murah meriah itu sudah terkenal di seantero nusantara. Tapi bukan Warteg yang akan aku bahas dalam postinganku kali ini, melainkan tentang kuliner Tegal yang memang laka-laka.

Jika kamu mengunjungi Tegal, aku merekomendasikan beberapa kuliner di bawah ini, diantaranya adalah :


1.       Soto Tegal
From Instargam @kulinertegal 

Kuliner yang satu ini dijamin tidak akan kamu temukan selain di Tegal. Kuah soto yang biasanya bening atau bersantan, kali ini akan berwarna cokelat kehitam-hitaman, warna itu dihasilkan dari tauco. Bumbu dari kedelai yang difermentasi ini akan memberikan sensasi yang berbeda. Terdapat beberapa varian, ada soto ayam, soto daging sapi, soto babat sapi, dan campuran dari ketiganya.

Warung soto Tegal yang terkenal bernama SOTO SEDAP MALAM BPK. DAAN JENGGOT yang berada di desa Talang kabupaten Tegal. Nyendok maning daging maning (nyendok lagi daging lagi) hehe.. Itu tandanya kalau dalam semangkuk soto terdapat banyak dagingnya. Kebayang nggak tuh?

Antara Swasta dan Negeri

Tulisanku kali ini mungkin akan terasa agak sensitive bagi sebagian orang. Di dalamnya terdapat beberapa curahan hatiku sebagai seorang guru. Aku adalah guru SMP sekaligus SMK, aku mengajar di SMP negeri dan SMK swasta. 
Dua macam lingkungan yang berbeda aku temui tiap minggunya. Tiga hari di SMP dan tiga hari di SMK, adil. Semester-semester sebelumnya memang aku lebih banyak mengajar di SMK sehingga aku merasa lebih betah di SMK. 
Sekarang karena keadilan itu, aku jadi bisa menilai beberapa hal tentang sekolah negeri dan swasta yang aku buat subjektif berdasarkan pengalamanku sendiri.

Pencuekan

PENCUEKAN 

Pernah mendengar kata itu? Belum? Oh sudah? 
Itu adalah kata yang menghantuiku akhir-akhir ini. 
Aku adalah korban pencuekan alias tidak digubris, tidak dianggap, seakan aku ini adalah makanan basi. Kurang ajar sekali! Memang, tapi mungkin itu adalah proses menuju jiwaku yang lebih sabar. Halah… 
Harus kuingat wejangan ibuku saat aku sakit tak berdaya karena radang usus kemarin, bahwa kita harus lebih sabar menghadapi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. 

Harus kuakui hal itu memang benar, karena sekarang aku merasa lebih bahagia melewati hari-hariku. Kuncinya adalah merasa senang, setiap detik yang diberikan Tuhan kepada kita patut kita syukuri. Setiap helaan nafas yang diberikan Tuhan kepada kita patut kita ucapkan Alhamdulillah.